5 Jenis Oli untuk Mobil yang Wajib Diganti Secara Berkala

5 Jenis Oli untuk Mobil yang Wajib Diganti Secara Berkala

Guna mengurangi gesekan antar komponen mobil, jenis oli untuk mobil perlu mendapatkan perhatian khusus. Tujuannya agar tidak cepat aus dan mencegah kerusakan komponen.

5 Jenis Oli Untuk Mobil yang Harus Diganti Secara Rutin

jenis oli untuk mobil

  1. Oli Mesin 

Jenis oli untuk mobil yang pertama ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu oli mesin bensin dan oli mesin diesel, berdasarkan mesin pilihan pemilik. Minyak yang sebenarnya kemudian dipecah sekali lagi menjadi hijau semua sintetis, emas semua sintetis, dan tutup botol biru untuk minyak sintetis.

Agar mesin mobil tampil maksimal, pemilik disarankan untuk menggantinya setiap enam bulan sekali. Oli mesin sangat penting untuk memberikan pelumasan terbaik ke bagian-bagian mesin.

Ini cukup berbahaya dalam jangka panjang, meningkatkan kemungkinan kerusakan mesin karena bagian yang bergesekan menjadi aus dan lebih cepat macet. Juga, Anda harus memeriksa oli mesin Anda secara teratur untuk memastikan itu memadai dan berfungsi dengan baik.

  1. Oli Transmisi 

Oli membantu sistem transmisi memindahkan gigi atau memuluskan proses transmisi. Minyak ini melumasi roda gigi dan bantalan dalam transmisi manual, dan begitulah cara kerjanya. Sedangkan oli mempengaruhi kopling dan torsi pada transmisi otomatis.

Setiap 40.000 mil, penggantian oli transmisi harus dilakukan. Hanya saja, disarankan untuk mengganti oli lebih sering untuk kendaraan manual daripada otomatis.

Beberapa pembuat mobil Eropa menggunakan oli transmisi otomatis “seumur hidup”, yang artinya tidak perlu diganti. Namun, oli tetap perlu diganti setiap 50.000-100.000 kilometer bila digunakan di iklim tropis.

  1. Minyak Rem

Seperti namanya, jenis oli untuk mobil ini membantu melumasi sistem rem. Selain melumasi cakram dan kampas rem, minyak rem juga menyalurkan tenaga dalam sistem hidrolik.

Minyak rem harus diganti setiap 30.000 kilometer atau setiap dua tahun. Jika konsistensi atau warna minyak rem berubah, maka perlu diganti lebih cepat. Dengan demikian, jaga kebersihan oli setiap saat dengan mencegah kotoran masuk ke dalam tangki oli. 

Penurunan level minyak rem dapat mengindikasikan bahwa bantalan mulai aus. Kemungkinan kerugian meningkat jika penurunan terjadi secara signifikan lebih cepat.

Baca Juga :

  1. Oli Gardan

Kontak antar gigi pada gardan dilumasi oleh oli gardan. Selain itu, oli melindungi pinion dari kontak langsung dengan bantalan.

Seperti oli transmisi, jenis oli untuk mobil khusus gardan harus diganti setiap 40.000 kilometer. Oleh karena itu, penggantian harus diselesaikan pada waktu yang bersamaan. Sayangnya, oli gardan sering diabaikan dalam latihan rutin.

Jika oli mulai bergetar atau mengeluarkan suara tertentu saat mobil berjalan, maka perlu diganti terlebih dahulu. Perubahan viskositas dan warna juga dapat mengindikasikan bahwa oli perlu diganti.

  1. Oli Power Steering

Hanya sistem power steering hidrolik yang membutuhkan oli power steering. Perannya melampaui pelumasan sederhana dan lebih erat kaitannya dengan cairan hidrolik. Hasilnya, oli membantu rak kemudi menerima tenaga dari pompa power steering.

Setiap 40.000 mil, oli power steering harus diganti. Namun, tetap perlu dipantau untuk menghindari kebocoran yang disebabkan oleh selang yang robek, klem yang kendor, atau segel rak yang rusak. 

Kebocoran oli power steering biasanya tidak menimbulkan gejala. Hanya saat oli terlalu banyak setir terasa berat, terdengar dengungan saat berbelok, atau terdengar suara pompa yang berisik. Jika tanda-tanda ini muncul, rak kemudi atau pompa juga terpengaruh.

Nah, itu dia informasi seputar 5 Jenis Oli untuk Mobil yang Wajib Diganti Secara Berkala. Pastikan keamanan dan kenyamanan berkendara dengan rutin merawat kendaraan. Semoga bermanfaat!