5 Tips Merawat Tanaman Hias Janda Bolong Agar Tumbuh Subur

5 Tips Merawat Tanaman Hias Janda Bolong Agar Tumbuh Subur

Merawat tanaman hias janda bolong kini menjadi aktivitas baru yang disenangi di tengah pandemi. Ketika kita dipaksa untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, berkebun adalah salah satu pilihan terbaik untuk menjadi produktif di dalam ruangan juga.

Berkebun telah terbukti baik untuk kesehatan mental dan mengurangi kebosanan. Monstera atau janda bolong adalah salah satu dari berbagai varietas tanaman hias yang populer. Pasti Anda pernah mendengar tanaman hias yang satu ini. 

Tanaman hias janda bolong adalah anggota Amerika Tengah dari keluarga Araceae, termasuk dalam genus monstera. Tanaman janda kerawang dekoratif memiliki daun dengan lubang di tengah, seperti namanya. Daun ini banyak dicari oleh para penggemar tanaman hias karena kelangkaannya.

Namun, banyak orang menyamakan monstera dengan philodendron. Sekilas, tanaman hias ini tampak sama. Keduanya juga memiliki daun yang terbelah  dan tumbuh subur di daerah tropis. Meskipun perbedaannya cukup besar.

Daun Philodendron berbentuk hati dan tidak pernah sebesar daun janda bolong. Philodendron juga lebih mudah tumbuh masuk dan keluar dari wadahnya daripada tanaman merambat, sehingga jenis tanaman ini baik dijadikan tanaman hias gantung yang menawan.

Sementara tanaman janda bolong tidak cocok dijadikan tanaman gantung. Tanaman ini membutuhkan cahaya yang lebih terang daripada philodendron. Daun akan jatuh, menguning, atau bahkan kehilangan desain daun berlubang jika janda bolong tidak mendapatkan cukup cahaya.

Berikut 5 Tips Menjaga Tanaman Hias Janda Bolong Agar Tidak Layu. Merawat tanaman ini cukup sederhana karena tidak membutuhkan banyak penyiraman dan dapat bertahan hidup dalam kondisi yang kurang ideal sekalipun.

5 Tips Menjaga Tanaman Hias Janda Bolong

menjaga tanaman hias janda bolong

  1. Matahari

Janda bolong menikmati sinar matahari tidak langsung tetapi tidak sinar matahari langsung. Daun tanaman hias ini tidak boleh terkena sinar matahari langsung karena akan layu. Terlalu banyak cahaya dapat menyebabkan daun menguning. Akibatnya, janda bolong harus ditempatkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung, seperti jendela atau teras.

  1. Air 

Tanaman ini membutuhkan setiap 1 hingga 2 minggu sekali agar tetap sehat. Di antara penyiraman, biarkan tanah mengering. Anda dapat menyirami lubang janda lebih sering dalam cuaca hangat. Kurangi penyiraman jika Anda tinggal di iklim yang sejuk. 

  1. Kelembaban Relatif

Perhatian harus diberikan pada kelembaban ruang untuk tanaman ini agar berkembang secara efektif. Terlepas dari kenyataan bahwa janda bolong dapat berkembang dalam kondisi normal, lebih baik menyimpan tanaman cantik ini di lingkungan yang lembab. 

Campur tanah dengan lumut gambut dan perlit atau vermikulit menggunakan rasio setengah gambut hingga setengah perlit untuk menjaga kelembaban dari akar tanaman. Campuran tanah tanaman hias ini mencegah pembusukan akar dengan mempertahankan kelembaban tanah.

  1. Termometer

Pertimbangan berikutnya dalam merawat tanaman hias ini adalah menjaga agar suhu di sekitarnya tetap konstan. Tanaman hias janda bolong dapat tumbuh subur di lingkungan yang hangat. Adapun suhu yang baik untuk jenis tanaman ini yaitu berkisar pada suhu 18 hingga 30 derajat Celcius. Bila kondisi suhu tak sesuai makan daun berpotensi berubah menjadi kuning dan coklat. 

  1. Masalah 

Pada umumnya janda bolong merupakan tanaman hias yang bebas hama. Gulma seperti ilalang bisa muncul pada tanaman hias tersebut. Hama tersebut dapat menangkap unsur hara dan menyerap air yang dibutuhkan oleh janda tertusuk, jika tidak segera ditangani. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa mengoleskan minyak hortikultura langsung ke tanaman seminggu sekali dan membersihkannya secara berkala.

Tinggalkan Balasan