Hari Pahlawan Jatuh Hari Ini 10 November, Surabaya Jadi Saksi!

Hari Pahlawan Jatuh Hari Ini 10 November, Surabaya Jadi Saksi!
Hari Pahlawan Jatuh Hari Ini 10 November, Surabaya Jadi Saksi!

Pada tahun 2021, Hari Pahlawan Nasional yang diperingati setiap tanggal 10 November akan diperingati kembali. Sejak 10 November 1946, hari peringatan ini telah menjadi bagian dari program tahunan.

Sejarah Hari Pahlawan

Pertempuran Surabaya melawan Sekutu yang puncaknya terjadi pada tanggal 10 November 1945 tidak lepas dari peringatan Hari Pahlawan Nasional. Setelah memenangkan Perang Asia Timur Raya, pasukan Sekutu, khususnya Inggris Raya dan Belanda, kembali ke Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945. 

Para prajurit ini merupakan bagian dari Program Rehabilitasi Tawanan Perang dan Sekutu (RAPWI) yang bertujuan untuk membantu rehabilitasi tawanan perang dan pendirian kamp interniran untuk melucuti senjata tentara Jepang.

Pada tanggal 25 September 1945, pasukan Sekutu tiba di Indonesia, tepatnya Jakarta. Banyak gesekan antara sekutu dan pejuang, serta penduduk Surabaya, sejak kedatangan mereka. Sebelumnya, pada 19 September 1945, remaja dan pejuang di Surabaya menembak jatuh dan merobek rona biru bendera Belanda tiga warna yang dikibarkan di Hotel Yamato. Hal ini menyisakan rona merah putih yang masih berkibar di gedung tersebut.

Hari Pahlawan Di Surabaya

Berbagai bentrokan antara sekutu dan pejuang di Surabaya akhirnya memuncak dalam Perang Pertama, yang terjadi pada 27-30 Oktober 1945. Menurut buku Sedjarah TNI-Angkatan Darat 1945-1956 (1965), pada tanggal 30 Oktober 1945, Sekutu Komandan di Jawa Timur, Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby, tewas dalam sebuah kecelakaan.

Posisi Mallaby kemudian diambil alih oleh Mayor Jenderal Robert Mansergh dari komandan Divisi 5 Inggris. Pada tanggal 9 November 1945, Mayor Jenderal Robet Manserg, komandan sementara pasukan Sekutu di Jawa Timur, menyampaikan ultimatum kepada penduduk Surabaya.

Berikut isi ultimatum tersebut:

  • Para pemimpin Indonesia di Surabaya, harus wajib melaporkan dirinya.
  • Semua senjata milik pihak Indonesia di Surabaya harus diserahkan kepada Inggris.
  • Pemimpin Surabaya harus bersedia menandatangani proklamasi penyerahan tanpa syarat.
Kota Surabaya

Para pejuang, pemuda Surabaya dan masyarakat umum Surabaya tampaknya menolak ultimatum Mayor Jenderal Robet Manserg. Akibatnya, pertempuran menjadi tak terelakkan dan pecah konflik besar yang dikenal sebagai Peristiwa 10 November 1945. Perkelahian itu memakan banyak korban jiwa di kedua belah pihak dan berujung pada kehancuran kota Surabaya.

Di pihak Indonesia, diperkirakan 6.000-16.000 orang tewas akibat peristiwa bersejarah ini. Sementara itu, kejadian ini menewaskan 600-2.000 pasukan sekutu. 

Presiden Sukarno mendeklarasikan 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional dalam rapat Badan Kongres Pemuda Indonesia (BPKRI) di Yogyakarta pada tanggal 4 Oktober 1946, sebagai upaya untuk menghormati para pahlawan bangsa yang gugur.

Tinggalkan Balasan