Penelitian Baru Mengungkap Keturunan Leonardo Da Vinci

Penelitian Baru Mengungkap Keturunan Leonardo Da Vinci

Setelah bertahun-tahun meneliti dokumen sejarah, silsilah keluarga untuk master Renaisans Leonardo Da Vinci telah selesai di susun, yang mengungkapkan bahwa sang seniman memiliki setidaknya 14 keturunan laki-laki yang masih hidup. Temuan baru ini kemungkinan merupakan rintangan terakhir dalam memulai proses pengurutan DNA sang artis.

Makalah baru—berjudul “Pohon Silsilah Baru Keluarga Da Vinci untuk DNA Leonardo. Nenek moyang dan keturunan dalam garis laki-laki langsung ke generasi ke 21”— diterbitkan dalam Human Evolution minggu ini dan merupakan hasil dari penyelidikan sejarah, dimulai pada tahun 2016, oleh ahli Leonardo dan sejarawan seni terkemuka Alessandro Vezzosi dan sejarawan Agnese Sabato.

Sementara penelitian untuk makalah ini secara resmi dimulai lima tahun lalu, Vezzosi, yang dibesarkan di kota Vinci di Italia, mulai menelusuri keturunan Leonardo Da Vinci pada tahun 1973. Dia mulai berkolaborasi dengan Sabato pada tahun 1993. Selama beberapa dekade terakhir, keduanya telah menyisir 690 tahun dokumen sejarah pribadi dan publik untuk membuat sejarah keluarga Leonardo Da Vinci.

Tim ini melakukan riset dan sangat berhati-hati untuk memastikan bahwa mereka memiliki dokumentasi terbaik sebelum menghubungi orang-orang yang mereka yakini sebagai keturunan yang masih hidup, sehingga tim ini yakin dengan siapa mereka sekarang berhubungan.

Dalam sebuah email, Sabato berkata, “[Saya merasa] bahagia, baik untuk buah dari begitu banyak pekerjaan dan riset maupun karena telah memberitahukan kepada keturunan nya asal usul keluarga mereka. Rasanya seperti menemukan, sepotong demi sepotong, desain mosaik kuno yang hilang. Itu adalah sebuah sukacita untuk memberikan orang-orang ini kembali sebuah cerita yang selalu menjadi milik mereka tetapi yang tidak mereka ketahui.”

Orang-orang yang mempunyai kemungkinan menjadi keturunan sang Jenius telah menjadi kolaborator dengan tim peneliti, mengumpulkan dan memverifikasi informasi dan menjangkau anggota keluarga lainnya. Sampai sekarang, tim peneliti telah mengumpulkan data pada 225 individu dari keluarga yang mencakup 21 generasi, dimulai dengan Michele Leonardo dari abad ke-14.

Proyek silsilah keluarga merupakan fase pertama dalam “Proyek DNA Leonardo Da Vinci,” sebuah upaya internasional yang dipimpin oleh antropolog fisik Brunetto Chiarelli dan Henry de Lumley untuk menemukan dan mengurutkan DNA Leonardo. Proyek itu dimulai pada tahun 2014 setelah Chiarelli menyadari, dalam percakapan dengan beberapa rekannya, bahwa peningkatan dalam pengurutan DNA dan keterampilan rekan peneliti telah cukup maju untuk memungkinkan pengurutan genom untuk DNA Leonardo.

Jesse Ausubel, seorang ilmuwan lingkungan, dan direktur Program untuk Lingkungan Manusia di Universitas Rockefeller New York dan anggota tim Proyek DNA Da Vinci mengatakan bahwa ada banyak hal yang harus dipelajari dari genetika Leonardo. “Secara khusus saya tertarik dengan ketajaman visualnya,” kata Ausubel. “Kebanyakan manusia dapat melihat 40 hingga 50 bingkai (frame) per detik, tetapi jika Anda melihat gambar [Leonardo] tentang capung terbang dan air yang bergerak, tampaknya ia memiliki resolusi temporal yang luar biasa, mungkin melihat pada 70 hingga 80 bingkai per detik.”

Dengan mengurutkan genomnya, para ilmuwan akan dapat memastikan apakah ini masalahnya. “Tapi tentu saja,” Ausubel menambahkan, “Jika kita ingin mengurutkan genom, pertama-tama kita harus yakin tentang materi genetik yang kita gunakan.”

Untuk menyelesaikan pengurutan, peneliti perlu mengumpulkan materi genetik dari garis keluarga artis. Meskipun sang artis tidak pernah memiliki anak, ia memiliki 22 saudara tiri dari pihak ayah. Proyek DNA Da Vinci akan dibangun berdasarkan upaya penelitian oleh Vezzosi dan Sabato. Dengan menelusuri garis keturunan laki-laki dari masa lalu hingga masa kini, peneliti berharap dapat mengisolasi kromosom Y pada keturunan yang masih hidup saat ini. (Kromosom Y pada dasarnya tidak berubah selama 25 generasi.)

Baca Juga : Seni Publik Meningkatkan Tatanan Sosial Masyarakat Kota

Selama 6 hingga 12 bulan ke depan, kromosom Y yang diidentifikasi dari keturunan yang masih hidup akan diperiksa terhadap bahan biologis Leonardo sendiri yang ada, yang akan dikumpulkan dari buku catatan dan makamnya. (Ada keraguan apakah tulang yang terkubur di sana adalah milik Leonardo.) Materi genetik juga akan dikumpulkan dari makam ayah Leonardo di Florence. Pada titik ini pengujian genetik dimungkinkan, memungkinkan kita untuk mengintip misteri dan legenda Leonardo.

Tinggalkan Balasan