Pengertian Drama Kolosal Serta Ciri Cirinya Yang Unik

Pengertian Drama Kolosal Serta Ciri Cirinya Yang Unik

Siapa sangka masih banyak yang belum mengenal apa itu drama kolosal. Kata “drama” berasal dari kata kerja Yunani dramain, yang berarti bertindak, bereaksi atau bertindak. Drama merupakan bentuk sastra yang melalui peran dan dialog yang dihadirkan menggambarkan kehidupan manusia.

Drama terbagi menjadi berbagai jenis, seperti karya sastra pada umumnya. ada tiga faktor utama yang perlu diperhatikan dalam membagi drama ke dalam berbagai jenisnya:

  • Penyajian lakon
  • Sarana penyajian drama
  • Keberadaan naskah cerita/drama

Drama kolosal adalah salah satu jenis drama penyajian lakon. Tayangan ini umumnya mengisahkan tentang perjuangan, perang dan kisah zaman kerajaan.

Baca Juga : 8 Fakta Unik Rumah Gadang Asal Minangkabau Yang Tahan Gempa!

Ciri Ciri Drama Kolosal

drama kolosal

Drama kolosal memiliki ciri-cirinya sendiri yang dapat dibedakan dari beberapa tipe lainnya, yaitu:

  • Pemainnya banyak bisa mencapai ratusan 
  • Biasanya disajikan sebagai film
  • Gaya drama yang plot berkisar pertempuran, perang atau sejarah era kerajaan.

Baca Juga : 10 Gambar Motif Batik di Indonesia Berserta Asalnya

Istilah yang Digunakan dalam Drama

Ada beberapa istilah yang sering digunakan dalam jenis drama lain selain drama kolosal. Istilah-istilah berikut ini mungkin pernah Anda dengar sebelumnya, seperti:

  • Sutradara: Dalam sebuah lakon, pemimpin disebut dengan istilah ini. Sutradara memiliki tugas untuk memilih naskah, memilih pemeran dan memasukkan berbagai elemen aksesori lainnya (pertarungan, skenografi, dan ilustrasi musik).
  • Aktor Aktris: Seorang aktor dalam sebuah drama disebut dengan istilah ini.
  • Babak: Perubahan setting tempat atau waktu menunjukkan titik drama ini. Oleh karena itu, “drama dalam satu babak” adalah drama yang hanya terjadi di satu tempat, seperti ruang tamu.
  • Adegan: Ketika jumlah pemain di panggung berubah selama putaran, itu disebut adegan.
  • Produser: Orang yang menyediakan dana untuk produksi teater.
  • Kramagung atau Petunjuk Penulis: Ini adalah deskripsi dalam naskah drama yang penulis berikan untuk menjelaskan adegan, latar waktu atau tempat, atau ekspresi yang harus ditampilkan oleh penulis naskah.
  • Prolog: Ini adalah pernyataan atau adegan pemain yang berfungsi sebagai pengantar pertunjukan.
  • Epilog: Di akhir pertunjukan, pemain mengucapkan atau membacakan adegan.
  • Gestur: Gerakan yang dibutuhkan oleh pemain.
  • Pantomim: Drama yang memanifestasikan dirinya melalui gerakan sendiri dan tanpa dialog.
  • Drama kontemporer: Frasa ini digunakan untuk menggambarkan sebuah drama yang subjeknya menentang konvensi atau, dengan kata lain, menyajikan konsep sosial baru.

Demikianlah informasi seputar pengertian drama kolosal. Semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan.

Tinggalkan Balasan